Akhir-akhir ini rutinitas pagi kumulai dengan menunggu. Orang bilang menunggu itu membosankan, waktu terasa melambat. Tapi kali ini aku justru menikmatinya: menunggu matahari terbit.
Tapi sebenarnya bukan hanya si mentari yang kutunggu, tapi juga sirnanya pantulannya sendiri yang mengenai anggota tata surya: Venus dan Jupiter, kadang Merkurius. Karena ini adalah persoalan menggenapi cita-cita zaman baheula yang belum kesampaian, jangan heran kalau aku senang-senang saja dengan aktivitas menunggu kali ini.
Perlu alat nggak? Ya perlulah... Yang utama: mata. Setelah awal-awal nggugel saja cari sedikit informasi tentang siapa saja yang muncul di pagi hari, sekarang pakai Night Sky edisi gratisan. Teropong, nggak punya. Sempat tertarik dengan teropong murah, tapi di petunjuk buat pemula dibilang kalau jangan keburu-buru beli teropong, yang penting ilmunya dulu dan terbiasa lihat benda langit dengan mata telanjang. Benernya mataku juga nggak bisa kalau telanjang, harus pakai baju alias kacamata minus.
Buat yang tertarik untuk memulai jadi astronom amatiran, bisa mulai baca-baca http://www.wwnorton.com/college/astronomy/astro21/sandt/startright.html biar nggak 'sesat'.
Oh ya, peralatan tempur yang cukup bikin hepi: kamera HP. Hasilnya kayak yang kelihatan di sini. Menunggu jadi makin menyenangkan.
No comments:
Post a Comment